Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Kembangkan Kurikulum Berstandar Global Berbasis OBE

By Jurusan Kebidanan 17 Jul 2026, 13:49:23 WIB Jurusan Kebidanan
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Kembangkan Kurikulum Berstandar Global Berbasis OBE

Template Artikel

Malang — Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan kebidanan melalui pelaksanaan rangkaian kegiatan Pengembangan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program penguatan kapasitas institusi melalui hibah Center of Excellence (CoE) Pendidikan Kebidanan yang telah berlangsung pada tahun 2022–2024.

Pelaksanaan pengembangan kurikulum ini mendapat dukungan dari United Nations Population Fund (UNFPA) dan Global Affairs Canada (GAC) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan kebidanan di Indonesia agar selaras dengan standar nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pra Workshop Pengembangan Kurikulum OBE yang dilaksanakan pada tanggal 19–21 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain dinas kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi, tempat praktik mandiri bidan, alumni, mahasiswa, serta pengguna lulusan. Melalui forum diskusi dan evaluasi kurikulum, para peserta memberikan masukan terkait kebutuhan kompetensi bidan masa depan, perkembangan pelayanan kesehatan, serta tantangan pendidikan kebidanan di era transformasi digital. Selanjutnya, Workshop Pengembangan Kurikulum OBE dilaksanakan pada tanggal 8–10 Juni 2026 dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum kebidanan dan pendidikan tinggi kesehatan. Workshop membahas berbagai topik strategis, mulai dari kurikulum berstandar global, kebijakan pengembangan kurikulum kebidanan, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), metode pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), asesmen dan rubrik penilaian, hingga integrasi teknologi digital dan digital health dalam proses pembelajaran. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah penyelarasan kurikulum dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Profesi Bidan, serta Essential Competencies for Midwifery Practice yang ditetapkan oleh International Confederation of Midwives (ICM). Selain itu, kurikulum juga diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran abad ke-21, termasuk penguatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, evidence-based practice, dan literasi digital. Melalui proses diskusi, telaah dokumen, dan finalisasi kurikulum, tim pengembang kurikulum Jurusan Kebidanan berhasil menyusun dokumen kurikulum yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan bidan yang profesional, kompeten, humanis, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan kesehatan reproduksi di tingkat nasional maupun global. Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum merupakan proses berkelanjutan untuk memastikan kualitas lulusan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi. Dukungan dari UNFPA dan Global Affairs Canada melalui program Center of Excellence menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas institusi dalam menghasilkan pendidikan kebidanan yang berkualitas dan berstandar internasional. Ke depan, hasil workshop ini akan menjadi dasar implementasi kurikulum baru pada Program Studi Diploma III Kebidanan, Sarjana Terapan Kebidanan, dan Pendidikan Profesi Bidan di lingkungan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, sekaligus mendukung visi institusi dalam menghasilkan bidan yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment