▴Jurusan Kebidanan Poltekkes Malang▴ - Edukasi Cegah Stunting: Mahasiswa D3 Kebidanan Malang Luncurkan Podcast BATAS 1 Pentingnya 1000 HPK
- Aksi Nyata Mahasiswa D3 Kebidanan: Gelar Cek Kesehatan Gratis dengan SEHATI di CFD Ijen
- Kenali Tipsnya, Jauhi Risikonya! Yuk Rawat Organ Reproduksimu Mulai dari Sekarang
- Bukan Cuma Tugas Ibu: Menjadi Suami Siaga dengan Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Ketiga
- Mahasiswa Kebidanan Perkuat Kompetensi Kolaboratif melalui Kegiatan IPE di Selorejo
- Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Kembangkan Kurikulum Berstandar Global Berbasis OBE
- Menebar Berkah Ramadan: HMP Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi Takjil
- Akselerasi Transformasi Kesehatan, HMP Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Gelar Kuliah Tamu Nasiona
- Bentuk Pemimpin Masa Depan yang Inovatif, HMP STR Kebidanan Malang Sukses Gelar Capacity Building 20
- Capping Day Tahun 2026 Program Studi STR Kebidanan Malang Poltekkes Kemenkes Malang
Kenali Tipsnya, Jauhi Risikonya! Yuk Rawat Organ Reproduksimu Mulai dari Sekarang

(28/05) - Menjaga kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting, karena gangguan atau penyakit dalam sistem reproduksi menimbulkan banyak masalah kesehatan, termasuk sulit untuk memiliki buah hati. Kami akan memberikan informasi mengenai tips yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi wanita.
Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi wanita adalah mengenal bagiannya terlebih dahulu. Organ reproduksi wanita terdiri dari vagina, klitoris, serviks (atau leher rahim), rahim, tuba falopi, dan ovarium atau indung telur. Organ ini memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari sebagai jalan keluarnya menstruasi, untuk berhubungan seksual, perkembangan sel telur, kehamilan hingga persalinan. Mari kita simak beberapa tips untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita.
1. Membersihkan Vagina dengan Baik dan Benar
Cara membersihkan vagina yang benar adalah membasuhnya dengan air dari depan ke belakang atau dari arah vagina menuju anus, terutama setelah buang air kecil dan besar. Anda tidak disarankan untuk menggunakan sabun khusus area kewanitaan yang mengandung alkohol, pewangi dan antiseptik, karena vagina merupakan organ yang dapat membersihkan dirinya sendiri.
Selain itu banyak wanita beralih ke produk menstruasi ramah lingkungan (sustainable menstruation). Jika Anda memilih pembalut kain, pastikan untuk mencucinya hingga benar-benar bersih dari noda darah, menjemurnya di bawah terik matahari langsung (jangan di dalam kamar mandi yang lembap), dan menyimpannya di tempat kering. Jika menggunakan menstrual cup, pastikan untuk merebusnya dalam air mendidih selama 5–10 menit (sterilisasi) setiap kali siklus haid bulan tersebut selesai.
2. Hindari Perilaku Seksual Berisiko
Akibat perilaku seksual yang berisiko, kesehatan sistem reproduksi juga dapat terganggu. Jangan bergonta-ganti pasangan seksual, atau gunakan kondom saat berhubungan. Perilaku seks yang tidak sehat, tidak hanya memicu gangguan pada sistem kesehatan reproduksi, namun juga dapat menimbulkan risiko terjangkit penyakit menular seksual.
3. Melakukan Skrining Kanker Serviks
Umumnya wanita yang sudah aktif secara seksual perlu melakukan deteksi dini atau skrining kanker serviks melalui pap smear atau tes IVA. Bagi wanita yang berusia 21 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setiap tiga tahun sekali, sementara wanita yang berusia 30-65 tahun setiap lima tahun sekali dan dilengkapi dengan tes HPV. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan sel yang bisa memicu kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).
Kesehatan reproduksi tidak luput dari kesehatan payudara. Tidak hanya kanker serviks, kanker payudara juga banyak dialami wanita. Wanita disarankan untuk melakukan gerakan SADARI secara mandiri di rumah setiap bulan, tepatnya 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi selesai (saat payudara tidak lagi mengencang atau nyeri). SADARI sangat penting untuk mendeteksi secara dini adanya benjolan abnormal, perubahan bentuk, atau cairan aneh yang keluar dari puting, guna mencegah risiko kanker payudara.
4. Menjalani Gaya Hidup Sehat
Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi serta rutin berolahraga juga diperlukan guna menjaga kesehatan organ reproduksi. Beberapa asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh sistem reproduksi wanita terdiri dari protein, lemak sehat, antioksidan, serat dan berbagai jenis mineral seperti folat, zinc, dan zat besi. Tidak hanya itu saja, gaya hidup sehat juga perlu diimbangi dengan pengelolaan stres dan istirahat yang cukup. Olahraga juga perlu dilakukan secara rutin dan cukup dengan jenis olahraga yang ringan saja, misalnya berjalan kaki selama 30 menit dalam 2-3 kali dalam seminggu.
5. Hindari Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Minuman Beralkohol
Kebiasaan merokok dapat mengurangi jumlah serta menurunkan kualitas sel telur yang akan memberikan dampak jika Anda sedang merencanakan kehamilan. Selain itu, minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ovulasi.

.png)


